Sunday, August 4, 2013

Cara Membuat Backlink Otomatis Terbaru

Cara Membuat Backlink Otomatis Terbaru | Backlink merupakan sebuah link situs yang mengarah ke situs lain yang sudah terpasang pada website atau blog orang lain yang bisa menjadi backlink pendongkrak popularitas. Pada posting artikel kali ini Head Hunter akan searching artikel tentang cara membuat backling otomatis terbaru karena semakin banyaknya jumlah link yang menuju ke blog atau website maka alogritma seluruh mesin penelusuran akan menganggap website atau blog yang relevan dan berkualitas, hasil penelusuran pasti menempatkan situs tersebut di page pertama pencarian search engine seperti google, yahoo, bing, ask, avg search, dan lain - lain, hal diatas secara otomatis akan meningkatkan trafic kunjungan dan pagerank situs  di search engine, seperti pada penelusuran google secara umum 50% melakukan penilaian pada banyaknya link situs atau directory. jika merasa tertarik dengan cara ini silakan ikuti langkah berikut dengan tepat dan mematuhi ketentuan,...

Cara membuat backlink otomatis pada artikel ini bertujuan untuk membantu mendongkrak pagerank dan popularitas website atau blog sobat setia kolom blog gratis dengan menerapkan artikel ini dengan benar,...
  1. Membuat artikel baru dengan judul seperti judul artikel ini
  2. Lalu silakan copy paste isi artikel ( boleh merubah isi artikel yang dicopy tetapi tidak boleh merubah link mata rantai yang ada pa artikel ini )
  3. Catumkan link website atau blog sobat di urutan no. 9 yang tersedia
  4. Jangan pernah sekali merubah format mata rantai yang telah dibuat karena bisa merusak mata rantai seluruh pencarian disearch engine yang ada didunia
  5. Buat mata rantai link ke 9 untuk mata rantai situs berikutnya ( maksudnya kalau di situsi ini ada 8 no mata rantai berarti di situs selanjutnya ada 9 mata rantai dengan format yang sama
  6. Terapkan dengan benar otomatis pengunjung situs akan menjadi mata rantai berikutnya
  7. Selamat mencoba dan salam sukses selalu
  1. Kolombloggratis.Org
  2. Susukambingetawakusuper.com
  3. ArialSolution.blogspot.com
  4. Blogperiklanan.blogspot.com
  5. Jualsusukambingsuper.blogspot.com
  6. Manfaatsusukambingetawa.com
  7. HRD-Forum.com
  8. Diskusi-HRD.com
  9. Tambahkan link sobat disini
Lihat hasilnya dalam 1 - 3 bulan perubahan traffic dan pagerank sobat jika sudah banyak yang menerapkan cara pada artikel yang sudah sobat buat, Semoga posting artikel terbaru kali ini tentang cara mendapatkan backlink otomatis terbaru bisa bermanfaat buat sobat setia HRD-Forum.com diseluruh dunia,...

Monday, September 3, 2012

Optimalisasi dan Pengawasan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Melalui Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012


RBS Learning Centre Mempersembahkan
Optimalisasi dan PengawasanSistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)Melalui Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012
27-28 September 2012, Balairung Hotel - Jakarta Timur
Early Bird Rp. 2.200.000,- Normal Rp. 2.700.000,-

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Memahami SMK3 dan PP No.50 Thn 2012 HANYA dalam 2 (dua) Hari !!!
Pastikan Team Anda HADIR dalam Training ini !!
Bagaimana training 2 (dua) hari ini membuat perusahaan Anda mampu meminimalkan Kecelakan Kerja ??
Bagaimana training 2 (dua) hari ini membuat perusahaan Anda mampu meningkatkan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) ??
Bagaimana training 2 (dua) hari ini membuat perusahaan Anda mampu menghemat ratusan juta rupiah !!

Daftar Sekarang juga !! Hanya untuk 50 Pendaftar Pertama !!!

Pemerintah RI telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Peraturan yang ditandatangani Presiden RI pada 12 April 2012 ini merupakan pelaksanaan pasal 87 UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dengan dikeluarkannya PP No.50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) ini, semua perusahaan wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan kerja yang lebih tinggi akibat karakteristik proses.

SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Dengan demikian, Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012  ini merupakan senjata baru untuk mengatasi kecelakaan kerja.

Terkait dengan berlakunya PP No.50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). RBS Learning Centre menyelenggarakan Training dua hari tentang "Optimalisasi dan Pengawasan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Implementasi PP No.50/2012".

Setelah mengikuti training dua hari ini seluruh peserta diharapkan akan lebih memahami :
1. Konsep dasar dan prinsip-prinsip SMK3
2. Proses penetapan kebijakan SKM3
3. Proses perencanaan SMK3
4. Implementasi SMK3 di perusahaan.
5. Proses pemantauan dan evaluasi kinerja SMK3
6. Peninjauan ulang dan peningkatan kinerja SMK3

Apa yang akan dipelajari dalam training dua hari ini :1. Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
2. Maksud dan tujuan SMK3
3. Peraturan Perundangan K3 & Prinsip-Prinsip SMK3
4. Penetapan Kebijakan K3 melalui :
    - Penyusunan kebijakan & Penetapan kebijakan K3
    - Melaksanakan tujuan dan sasaran K3
    - Melakukan peninjauan ulang organisasi K3
    - Menunjukkan komitmen terhadap K3 terhadap setiap pimpinan dalam perusahaan
    - Mendorong setiap pekerja/buruh dan orang lain turut berperan Serta dalam menjaga dan mengendalikan pelaksanaan K3.
5. Perancanaan K3
    - Penyusunan rencana K3
    - Muatan atau Isi perencanaan K3
6. Implementasi Rencana K3
    - Menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai kualifikasi
    - Menyediakan sarana dan prasarana
7. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.50 tahun 2012
    - Elemen-Elemen dan kriteria Audit SMK3
    - Pemeriksaan, Pengujian dan Pengukuran
    - Mekanisme & Sistematika Pelaksanaan Audit SMK3
    - Audit Internal SMK3
8. Peninjauan Ulang dan Peningkatan Kinerja SMK3
    - Peninjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala
    - Peninjauan ulang implikasi SKM3 terhadap seluruh kegiatan perusahaan.

Pembicara :
Heri Setiono
Alumnus jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung saat ini menjabat sebagai Operation Director di sebuah perusahaan Chemical Industry besar di Indonesia. Beliau berpengalaman dalam mengimplementasikan SMK3 maupun implementasi Integrasi ISO 9001 (Quality Management System) , ISO 14001 (Environmental Management System) dan  OHSAS 18001 (Occupational Health and Safety Management System)  di perusahaan perusahaan lokal maupun perusahaan multinasional seperti Henkel, Li &Fung, Avebe, Acme Indonesia dsb.

Investasi :
Early Bird Rp. 2.200.000,- (Jika Lunas Dua Minggu Sebelum Tanggal Pelaksanaan)
Normal Rp. 2.700.000,-

Investasi dibayarkan ke :
No Rekening :
BCA KCP Bintaro Sektor 3
No. Rekening   :  4740309809
a/n PT. RBS Cipta Kreasi Nusantara

Kapan akan dilaksanakan ?
Pelatihan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis-Jum'at, tanggal 27-28 September 2012, Jam 9.00 s/d 16.00 WIB di Hotel Balairung, Jl.Matraman Raya 19, Jakarta Timur.

Kemana harus mendaftar?
Untuk mendaftar, silakan kirimkan nama peserta, no telp/HP, Email dan bukti transfer ke email : info@RBS-Nusantara.com dan Training@RBS-Nusantara.com

Untuk Informasi lebih lanjut, silakan hubungi RBS Learning Centre di :
email : info@RBS-Nusantara.com dan Training@RBS-Nusantara.com
Telp   : 021-7341675 : 021-44633475 : 021-90401164 : 0818-974170
Fax    : 021-7355648

Terima Kasih & Salam Super !

Rudy Projoyanto
Managing Director


Jl.WR Supratman No.4, Bintaro, Pondok Ranji, Tangerang Selatan

TUJUH LANGKAH UNTUK MENENTUKAN PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)


TUJUH LANGKAH 
UNTUK MENENTUKAN PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)


Seberapa sering kita mendiagnosa suatu penyakit akibat kerja? Atau mungkin pernahkah kita mendiagnosa penyakit akibat kerja? Seringkah menanyakan riwayat pekerjaan pasien?
Penyakit Akibat Kerja (PAK) adalah penyakit yang mempunyai penyebab spesifik atau asosiasi kuat dengan pekerjaan yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang sudah diakui. Memang bukan hal yang mudah bagi dokter untuk mendiagnosa penyakit akibat kerja, kerena tidak hanya memerlukan suatu pendekatan klinis (individu) saja tetapi juga memerlukan pendekatan epidemiologis (Komunitas) untuk identifikasi hubungan kausal antara pajanan dan penyakit. Keberhasilan identifikasi PAK dibebagai kelompok pekerjaan tergantung dari riwayat pasien secara keseluruhan yang dipertegas dengan pemeriksaan laboratorium (Biomonitoring dan tes klinik), penilaian pajanan lingkungan secara tepat dengan memperhatikan legalitas, etika dan faktor sosioekonomi.Berikut ini 7 langkah dalam diagnosis PAK
11. Menentukan diagnosis klinis
Untuk menyatakan bahwa suatu penyakit adalah akibat hubungan pekerjaan harus dibuat diagnosis klinis dahulu
22. Menentukan pajanan yang dialami individu tersebut dalam pekerjaan
Identifikasi semua pajanan yang dialami oleh pekerja tersebut.Untuk itu perlu dilakukan anamnesis pekerjaan yang lengkap dan kalau perlu dilakukan pengamatan ditempat kerja dan mengkaji data sekunder yang ada
33. Menentukan apakah ada hubungan antara pajanan dengan penyakit
Untuk menentukan adakah hubungan antara pajanan dan penyakit harus berdasarkan evidence yang ada dan dapat dilihat dari bukti yang ada

44. Menentukan apakah pajanan yang dialami cukup besar
Penentuan besarnya pajanan dapat dilakukan secara kuantitatif dengan melihat data pengukuran lingkungan dan masa kerja atau secara kualitatif dengan mengamati cara kerja pekerja
55. Menentukan apakah ada peranan faktor-faktor individu itu sendiri
Hal-hal yang dapat mempercepat terjadinya penyakit akibat kerja atau sebaliknya menurunkan kemungkinan penyakit akibat hubungan kerja seperti faktor genetik atau kebiasaan memakai alat pelindung yang baik
66. Menentukan apakah ada faktor lain diluar pekerjaan
Misalnya Kanker paru dapat disebabkan oleh asbes dan bisa juga disebabkan oleh kebiasaan merokok
77. Menentukan diagnosis Penyakit Akibat Kerja
Apabila dapat dibuktikan bahwa paling sedikit ada satu faktor pekerjaan yang berperan sebagai penyebab penyakit dapat dikategorikan penyakit akibat kerja.
Referensi
1. Barry S. Levy, David H. Wegman. Occupational Health : Recognizing and Preventing Work Related Disease. Edisi ke-3,2006
2.De Vuyst P, Gevenois PA : Occupational Disesase.Eds WB Saunders, London,2002
3.Direktorat Bina Kesehatan Kerja. Pedoman Tata Laksana Penyakit Akibat Kerja bagi Petugas Kesehatan, Departemen Kesehatan,2008
4.Week,Jl. Gregory R. Wagner, Kathleen M. Rest, Barry S. Levy. A public Health Approach to Preventing Occupational Disesase and Injuries in Preventing Occupational Disease and Injuries. Edisi ke-2, APHA, Washington,2005

Kesehatan - Kecelakaan Kerja


Kesehatan - Kecelakaan Kerja


 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No:23 Th 1992::Kesehatan).

Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. (UU No3 Th 1992 :Jamsostek)

Macam  Kecelakaan:dan Kondisi penyebab kecelakaan:
1. Fatal Accident : Adalah kecelakaan kerja yang berakibat pada hilangnya nyawa si korban
2. Serious Accident : Adalah kecelakaan kerja yanag berakiat pada patah tulang atau amputasi anggota badan
3. LTI (Lost Time Injury) : Adalah kecelakaan kerja yang mengakibatkan hari kerja yang hilang.
4. NLTI (Non Lost Time Injury): Adalah kecelakaan yang tidak mengakibatkan hilangnya hari kerja.yang pertolongan / penanganan kecelakaannya sampai keluar lingkungan perusahaan dan bisa melanjutkan kerja kembali.
5. First Aid: Adalah kecelakaan yang tidak mengakibatkan hilangnya hari kerja dan penangan kasusnya dapat teratasi di lingkungan perusahaan.
6. Unsafe Act : adalah prilaku/sikap tidak aman yang merupakan penyebab kecelakaan paling besar yaitu  96%..
7. Unsafe Condition: adalah kondisi tidak aman merupakan penyebab kecelakaan 4 %.

Selain Kejadian diatas ada dua keadaan yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan yaitu:

1. Near Miss : Adalah kejadian nyaris atau hampir celaka, yang dalam bahasa jawanya "MEH WAE CILOKO"
2. Property Damage: Adalah kejadian / peristiwa yang mengakibatkan rusaknya bangunan, gedung, material dan atau segala perlengkapan /alat kerja. yang menyebabkan kerugian.

Angka Kecelakaan Kerja Lima Tahun Terakhir Cendrung Naik


JAKARTA (Pos Kota) – Angka kecelakaan kerja lima tahun terakhir cenderung naik.  Pada 2011 terdapat 99.491 kasus atau rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, sedangkan tahun sebelumnya  hanya 98.711 kasus kecelakaan kerja, 2009  terdapat 96.314 kasus, 2008 terdapat 94.736 kasus, dan 2007 terdapat 83.714 kasus.
Direktur Pelayanan PT Jamsostek Djoko Sungkono mengungkapkan hal ini  berdasarkan meningkatnya  jumlah klaim kecelakaan kerja yakni Rp504 miliar pada 2011, dari  Rp401,2 miliar pada tahun 2010. Sementara pada 2009 sebesar Rp328,5 miliar, 2008 sebesar Rp297,9 miliar, dan 2007 hanya Rp219,7 miliar.
Karena itu, kata Djoko, PT Jamsostek menyambut baik penerbitan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.50 tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diharapkan bisa menurunkan angka kecelakaan kerja.
“Meningkatnya angka kecelakaan kerja tersebut memprihatinkan. Kami berharap semua pihak terkait memberi perhatian pada kasus ini, termasuk perhatian pada keselamatan selama berkendaraan dari dan pulang dari tempat bekerja,” kata Djoko, kemarin.
Karena itu pula, Djoko memberi apresiasi atas PP yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 April 2012 yang merupakan peraturan pelaksanan dari pasal 87 UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang  mewajibkan semua pemberi kerja melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang lebih tinggi akibat karakteristik proses kerja.
Menakertrans Muhaimin Iskandar sebelumnya mengatakan dalam peraturan tersebut, SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan untuk mengendalikan risiko di tempat kerja.
Pemerintah mengeluarkan PP tersebut agar dapat meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi, terutama bagi perusahaan yang mempekerjakan 100 tenaga kerja atau perusahaan dengan bahan produksi yang rentan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja.
Dalam PP itu disebutkan, pengusaha diwajibkan menyebarluaskan K3 kepada seluruh pekerja/buruh, orang lain selain pekerja/buruh yang berada di perusahaan dan pihak lain yang terkait.
(tri/sir)

Tekan kecelakaan kerja, Jamsostek gelar pelatihan K3

Sindonews.com - Pemerataan pembangunan dipercaya sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan pembangunan nasional suatu negara. Semangat pemerataan itu juga yang saat ini tengah diupayakan PT Jamsostek (Persero).

Menurut Kepala Jamsostek Kanwil IV, E Ilyas Lubis, setiap tenaga kerja di seluruh sudut Indonesia berhak memperoleh perlakuan yang sama, begitu juga hak memperoleh jaminan sosial tenaga kerja. "Tenaga kerja di manapun di sudut Indonesia ini, sama haknya," kata Ilyas di Hotel Aston Paramount, Selasa (26/6/2012).

Salah satu perwujudan semangat pemerataan yang dilakukan Jamsostek adalah dengan dilaksanakannya Pelatihan K3 yang diselenggarakan Jamsostek cabang Tangerang I, Tangerang II, Tangerang III, dan Tangerang IV bekerjasama dengan PT Surveyor Indonesia di Hotel Aston Paramount, Selasa (26/6/2012). 

Pelatihan ini sendiri merupakan pelatihan kedua yang dilaksanakan di wilayah kerja Jamsostoek IV yang meliputi Banten dan Jawa Barat. Pelaksanaan yang pertama dilakukan di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan pelaksanaan pelatihan K3 di Tangerang ini yang kedua.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek Tangerang I, Suyamto menambahkan, pelaksanaan pelatihan K3 itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja dalam menanggulangi bahkan mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan kerjanya masing-masing. 

"Peserta ini kita pilih dari yang terbesar tingkat kecelakaan kerjanya, maupun yang terkecil tingkat kecelakaan kerjanya," terang Yamto.

Bagi yang terbesar tingkat kecelakaan kerjanya, tambah Yamto, diharapkan bagaimana nanti mengelola atau meminimalisir tingkat kecelakaan kerja. Bagi yang minim kecelakaan kerja, semoga dapat dipetahankan bahkan dapat lebih baik. "Makanya kita berikan pengetahuan-pengetahuan tentang K3 ini," imbuhnya. (bro)
Sumber : http://jakarta.okezone.com/read/2012/06/27/452/654710/tekan-kecelakaan-kerja-jamsostek-gelar-pelatihan-k3

7 Penyebab Kecelakaan Kerja


7 Penyebab Kecelakaan Kerja

Ada beberapa macam jenis bahaya kerja (hazard) seperti yang dijelaskan disini. Namun ternyata diantara jenis-jenis bahaya kerja tersebut ada satu jenis yang nampaknya sederhana tapi justru berperan besar dalam mayoritas kecelakaan kerja, jenis bahaya tersebut adalah behavioral hazards / bahaya perilaku. Perhatikan statistik berikut: 80 dari 100 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia yang mengakibatkan kecelakaan. Kesalahan manusia ini erat kaitannya dengan perilaku yang tidak aman (unsafe behavior). Tindakan atau perilaku yang tidak aman ini menyebabkan kecelakaan kerja empat kali dari kecelakaan atau cidera yang diakibatkan kondisi yang tidak aman.
Ada banyak alasan mengapa kecelakaan terjadi. Kebanyakan orang cenderung melihat sesuatu untuk disalahkan ketika terjadinya kecelakaan, karena lebih mudah dibandingkan mencari penyebab kecelakaan seperti daftar dibawah ini. Pertimbangkan penyebab kecelakaan yang dijelaskan di bawah ini. pernahkah Anda merasa bersalah terhadap tidakan atau perilaku berikut ini? Jika ya, Anda mungkin tidak mengalami cidera tetapi lain kali Anda mungkin tidak seberuntung sekarang.
  1. Mengambil jalan pintas: tiap hari kita mengambil keputusan dan berharap akan membuat pekerjaan lebih cepat dan lebih efisien. Tetapi apakah waktu yang mengamankan tiap resiko keselamatan Anda? Jalan pintas menurunkan keselamatan anda dalam bekerja dan meningkatkan kemungkinan Anda cidera. Percaya atau tidak, sebenarnya perilaku yang safe lah yang paling efisien dan efektif. Berbicara mengenai keefektifan dan keefesienan, ergonomi atau K3 sangat berperan penting untuk mengeliminasi waste (hal-hal yang mengganggu keefesienan), selengkapnyadisini.
  2. Percaya diri yang berlebih: percaya diri itu bagus. Tetapi terlalu percaya diri kadang tidak terlalu bagus. Perilaku seperti ini dapat menyebabkan prosedur, perkakas atau metode kerja yang tidak benar dalam pekerjaan Anda. Hal ini dapat menyebabkan Anda cidera.
  3. Memulai tugas dengan instruksi yang tidak tuntas: untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan benar pertama kali Anda perlu informasi yang tuntas. Pernahkan Anda melihat seorang pekerja disuruh melakukan pekerjaan, hanya diberikan sebagian instruksi kerja? Jangan malu bertanya untuk dijelaskan tentang prosedur kerja dan peringatan keselamatan. Hal ini tidaklah membuat Anda bodoh bertanya tentang hal ini tetapi Anda salah jika tidak bertanya.
  4. Kerapian yang buruk: ketika klien, manajer, atau petugas keselamatan melewati area kerja Anda, kerapian adalah indikator yang akurat menilai perilaku seseorang tentang qualitas, produktifitas dan keselamatan. Kerapihan yang buruk menimbulkan berbagai tipe bahaya. Area kerja yang rajin, rapih dan dirawat membuat kebanggaan, kenyamanan dan keselamatan meningkat. Kerapian ini dalam industri sering disebut dengan 5S atau 5R, selengkapnya disinidisini, dan disini.
  5. Tidak memperdulikan prosedur keselamatan: dengan sengaja tidak memperdulikan prosedur keselamatan dapat membahayakan Anda dan rekan kerja Anda. Anda digaji untuk mengikuti kebijakan keselamatan perusahaan bukan membuat aturan Anda sendiri.
  6. Ganguan mental dari pekerjaan: memiliki hari yang buruk di rumah dan cemas dengan permasalahan di rumah ketika di tempat kerja adalah kombinasi yang berbahaya. Mental yang jatuh dapat membuat fokus anda buyar untuk mengikuti prosedur kerja yang aman.
  7. Gagal merencanakan pekerjaan: banyak referensi yang mengatakan tentang analisa bahaya kerja JSA adalah cara yang efektif untuk menemukan cara yang pintar dalam bekerja dengan aman dan efisien. Bekerja dengan tergesa-gesa saat memulai pekerjaan, atau tidak berfikir tentang proses kerja dapat menempatkan anda melakukan cara yang berbahaya. Lebih baik rencanakan pekerjaan anda kemudian bekerjalah sesuai recana tersebut.
“Lebih baik berhati-hati 100 kali dari pada sekali mati” Mark Twain